12. Alergi Makanan

exp date isn't null, but text field is

No. ICPC-2 : A92 Allergy/ allergic reaction NOS

No. ICD-10 : L27.2 Dermatitis due to ingested 

 

Masalah Kesehatan

Makanan dapat menimbulkan beraneka ragam gejala yang ditimbulkan reaksi imun terhadap alergen asal makanan. Reaksi tersebut dapat disebabkan oleh reaksi alergi atau non alergi. Reaksi alergi makanan terjadi bila alergen makanan menembus sawar gastro intestinal yang memacu reaksi IgE. Gejala dapat timbul dalam beberapa menit sampai beberapa jam, dapat terbatas pada satu atau beberapa organ, kulit, saluran napas dan cerna, lokal dan sistemik.

Alergen makanan yang sering menimbulkan alergi pada anak adalah susu,telur, kacang tanah, soya, terigu, dan ikan laut. Sedangkan yang sering menimbulkan alergi pada orang dewasa adalah kacang tanah, ikan laut, udang, kepiting, kerang, dan telur.

Alergi makanan tidak berlangsung seumur hidup terutama pada anak. Gejala dapat hilang, namun dapat kambuh pada keadaan tertentu seperti infeksi virus, nutrisi yang tidak seimbang atau cedera muskulus gastrointestinal.

 

Hasil Anamnesis (Subjective)

Keluhan

  1. Pada kulit: eksim dan urtikaria.
  2. Pada saluran pernapasan: rinitis dan asma.
  3. Keluhan pada saluran pencernaan: gejala gastrointestinal non spesifik dan berkisar dari edema, pruritus bibir, mukosa pipi, mukosa faring, muntah, kram, distensi,dan diare.
  4. Diare kronis dan malabsorbsi terjadi akibat reaksi hipersensitivitas lambat non Ig-E-mediated seperti pada enteropati protein makanan dan penyakit seliak.
  5. Hipersensitivitas susu sapi pada bayi menyebabkan occult bleeding atau frank colitis.

 

Faktor Risiko

Terdapat riwayat alergi di keluarga.

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik pada kulit dan mukosa serta paru.

 

Pemeriksaan PenunjangTidak ada

 

Penegakan Diagnosis (Assessment)

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasar anamnesis dan pemeriksaan fisik.

 

Diagnosis Banding

Intoksikasi makanan

Komplikasi

Reaksi alergi berat

 

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan

Medika mentosa

Riwayat reaksi alergi berat atau anafilaksis:

  1. Hindari makanan penyebab
  2. Jangan lakukan uji kulit atau uji provokasi makanan

 

Rencana Tindak Lanjut

  1. Edukasi pasien untuk kepatuhan diet pasien.
  2. Menghindari makanan yang bersifat alergen secara sengaja mapun tidak sengaja (perlu konsultasi dengan ahli gizi).
  3. Perhatikan label makanan.
  4. Menyusui bayi sampai usia 6 bulan menimbulkan efek protektif terhadap alergi makanan.

 

Kriteria Rujukan

Pasien dirujuk apabila pemeriksaan uji kulit, uji provokasi dan eliminasi makanan terjadi reaksi anafilaksis.

 

Prognosis

Umumnya prognosis adalah dubia ad bonam bila medikamentosa disertai dengan perubahan gaya hidup.

 

Referensi

  1. Sichere, S.H. Sampson, H.A. Food Allergy. J Allergy Clin Immunol. 2010; 125: 116-25. (Sichere & Sampson, 2010)
  2. Prawirohartono, E.P. Makanan Sebagai Penyebab Alergi dalam Alergi Makanan.Ed. Yogyakarta: Gajah Mada Universitas Press. 2001. (Prawirohartono, 2001).
  3. Davies, J.  Seri  Kesehatan  Bimbingan  Dokter  pada Alergi. Jakarta: Dian Rakyat. 2003.  (Davies, 2003).

 

References

(Sumber: Bab II Daftar Panduan Praktik Klinik Berdasarkan Masalah dan Penyakit, Permenkes No. HK.01.07/MENKES/1936/2022 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1186/2022 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama)